Abbas Aqad, Pagi. 9.30.
Aq berjalan terburu-buru. Setengah jam lagi kelas di mulai. Aku Berjalan terus, melewati kucing-kucing berukuran besar yang mengais-ngais sampah. Kucing-kucing itu, sebenarnya lucu jika di pelihara. Tapi entah,lah..mengapa orang-orang tak menyukainya. Aku berjalan lagi. Sambil membetulkan letak ranselku. Dan mengunyah sebatang roti kering yang kami biasa menyebutnya "'asho musa" atau "tongkat musa". ukurannya benar2 seperti pensil. Kadang ada taburan wijennya, atau habbatus sauda'.
Diam-diam aku mengeluh kepada tangga di depanku. Ugh.. antara satu anak tangga ke anak tangga lain, tingginya tidak seperti biasanya, terlalu rendah. Dalam hati aku tertawa, mengingat film animasi kungfu panda 2. Panda : "musuh lamaku…….tangga".^^
Aku menarik napas sebentar, sebelum meneruskan berjalan. Tapi benar2 tak berguna. Karena angin dingin menampar keras wajahku. Kutarik syal hitamku menutupi setengah wajahku, dan ku silangkan tangan di depan dadaku. Mengusir dingin. Musim dingin baru di mulai. Aku bersyukur mengenakan sepatu sport yang kata temanku, "sepatune muhammad di enggo…"-_-. Well, jelas ini punyaku. Bersyukur karena aku bisa berlari dengan sepatu ini. Peduli amat dengan fashion. Fashion tidak bisa di andalkan untuk berlari mengejar waktu,dll.
Jalan raya sudah terlihat, dua kali menyeberang, lalu mencari-cari tramco (angkot) yang menuju ke arah tujuanku. Butuh dua kali naik tramco dari awwal abbas, rumahku, menuju tempat kursusku di Hayy Sabi'.
"akher syare' ??" tanyaku pada seorang supir yang sibuk berteriak2 mencari penumpang.
"ck..ck..ck.. Hayy Asyir.." kata ammu sopir itu menolak.
"aiwa, insyaAlloh anzil 'inda 'Enppi' "
"lekin bi gineh"
"la…" )*1
'Yaelah..gitu doang se pound..'
Aku mencari-cari tramco lain. Seseorang memanggilku,
"akher syare' ??"
"aiwa…". Jawabku.
"ta'al…")*2
Aku menjejakkan kaki masuk tramco,
"assalamu'alaik..." sapaku pada orang-orang di dalam tramco. Belum terlalu penuh.
"alaikumussalam.." mereka menjawab.
Kucari tempat di samping jendela. Tapi karena tempat di belakang masih kosong, maka aku di suruh mundur ke belakang… huh… -__-
Sambil menunggu penumpang, aku mengeluarkan ponsel dari dalam saku, untuk melihat jam. Masih bisa di kejar, Pikirku Dalam hati.
Jam tangan tercintaku mati tepat di hari pertamaku di mesir. Ironic, isn't it ??.
Well, aku sudah curiga sejak di pesawat. Tepat ketika pesawat berada di atas mumbai. India, I think..?.
Tramco sudah berjalan. Ku sodorkan koin setengah pound (setengah pound sama dengan 50 piastres. Atau biasa di sebut 'nush'(dari kata "nisfu" : setengah), nush gineh : setengah pound. "Pound" dalam bahasa arab : "junaih/juneh" tapi orang-orang mesir kesulitan untuk mengucapkan huruf "J" maka "j" berubah menjadi "G" , junaih/juneh รจ gineh ) kepada penumpang di depanku. Supaya ia menyalurkannya ke supir di depan.
[Inget,,, kemudi di kiri, bukan di kanan^^].
Satu persatu penumpang naik turun.
Aku turun di 'Enppi'. Mencari tramco lagi untuk sampai ke Sabi' (aku suka sekali mengucapkan kata "sabi' ". bukan seperti ketika kita mengatakan "umik" dan "ta'kan (takkan). Tapi bener2 jelas pengucapan huruf 'ain nya dan "sa" tidak di ucapkan seperti "sa" biasa, tapi agak condong ke "se" jadi terucap "saebie' ". "sabi" adalah "Hayy As-Saabi' " sama seperti "Hayy Al-Aasyir". Adalah nama suatu wilayah. Anggap saja, kecamatan. Biasanya di tulis H-7 (untuk hayy sabi') dan H-10 (untuk hayy asyir). Hayy Asyir adalah tempat dimana komunitas orang Indonesia banyak bermukim disana^^).
Di jam-jam seperti ini biasanya orang-orang mesir sedang sarapan. Pola makan orang Mesir agak berbeda dengan orang Indonesia. Pada pagi hari, mereka makan semacam sandwich. Namanya " 'ISY " yang di isi kentang goreng atau kibdah (hati yang di tumis dengan paprika), dan juga " ful " yaitu kacang yang di tumbuk dan di jadikan semacam saus kacang. Hampir sama seperti sambal kacang, tapi jangan membayangkan rasanya seperti sambal kacang. Karena "ful" tidak pedas, dan punya rasa yang beraneka ragam seperti sambal kacang.^^
Kemudian, di siang hari mereka makan makanan berat, seperti nasi, daging, dll.
Dan ketika malam, kembali mereka memakan " 'Isy ". ^^
Seperti apa " 'Isy " itu ???
Bentuknya mirip dengan pesawat UFO (sebelum di sobek). Namun, dalamnya kosong. Kita harus membelah di pinggirnya sedikit agar bisa di lipat ke dalam. Setelah berbentuk setengah lingkaran, maka kita bisa mengisinya dengan apa saja yang ingin kita makan.
Aku berdiri di tepi jalan, sambil menunggu tramco yang menuju Sabi' lewat. Satu tramco akan melewatiku. Ku angkat tanganku, melipat jari-jari sehingga membentuk angka 7 dalam bahasa arab. Isyarat bahwa tujuanku adalah Sabi' (yang artinya Tujuh). Apabila kita melipat jari kelingking, jari manis, dan ibu jari, bukankah akan terbentuk angka 7 dalam bahasa arab?. Di Mesir, ada isyarat-isyarat seperti itu ketika kita akan menaiki angkutan umum. Jika kita mencari jurusan Asyir, karena asyir adalah sepuluh, maka gerakannya kurang lebih seperti ini. Cobalah menguncupkan kelima jari, kemudian bukalah, lalu kuncupkan lagi, seperti itulah gerakannya. Artinya kurang lebih 5x2=10.^^ . jika kita ingin ke daerah Tsamin, karena Tsamin artinya delapan, maka sama seperti isyarat ke Sabi', namun di balik. Karena aku tinggal di daerah Awwal Abbas, maka isyaratnya adalah dengan satu jari telunjuk, artinya huruf "alif" untuk Awwal.^^
Ketika supir juga memberi isyarat yang sama denganku (Sabi'), maka tramco berhenti, dan aku pun naik.
"shobahul khoir.." Ammu sopir itu menyapa sambil tersenyum.
"shobahun nuur…" jawabku sambil merogoh sakuku, mengambil uang logam satu pound.
"khudz..! lau samahta." Kataku sembari menyerahkan uangku.
***
Beri saya alasan untuk melanjutkan cerita ini, atau tidak…^^
Farah Azure menunggu konfirmasi anda.^^
aku hanya ingin membagi cerita tentang Mesir dari sudut pandangku.
___________________________________________________________________________________________________
)*1 :
"akher syare' ??" ( ujung jalan [apakah tramco ini menuju ke arah tsb??] ).
"ck..ck..ck.. Hayy Asyir.." (-supir menolak- Hayy Asyir [tramco tidak berhenti di akher syare', tapi terus ke hayy Asyir] )
"aiwa, insyaAlloh anzil 'inda 'Enppi' " ( iya...nanti insyaAlloh saya turun di Enppi (nama bangunan) )
"lekin bi gineh" (tapi bayarannya se pound)
"ck...ck...ck...la…" )*1 (-menolak- tidak ...(tidak jadi..) )
)*2 :
"ta'al…" (kemari..)
__________________________________________________________________________________________________
menerima kritik dan saran juga,,,,^^_
sungai nil..
masjid al hakim bi amrillah..
Aq berjalan terburu-buru. Setengah jam lagi kelas di mulai. Aku Berjalan terus, melewati kucing-kucing berukuran besar yang mengais-ngais sampah. Kucing-kucing itu, sebenarnya lucu jika di pelihara. Tapi entah,lah..mengapa orang-orang tak menyukainya. Aku berjalan lagi. Sambil membetulkan letak ranselku. Dan mengunyah sebatang roti kering yang kami biasa menyebutnya "'asho musa" atau "tongkat musa". ukurannya benar2 seperti pensil. Kadang ada taburan wijennya, atau habbatus sauda'.
Diam-diam aku mengeluh kepada tangga di depanku. Ugh.. antara satu anak tangga ke anak tangga lain, tingginya tidak seperti biasanya, terlalu rendah. Dalam hati aku tertawa, mengingat film animasi kungfu panda 2. Panda : "musuh lamaku…….tangga".^^
Aku menarik napas sebentar, sebelum meneruskan berjalan. Tapi benar2 tak berguna. Karena angin dingin menampar keras wajahku. Kutarik syal hitamku menutupi setengah wajahku, dan ku silangkan tangan di depan dadaku. Mengusir dingin. Musim dingin baru di mulai. Aku bersyukur mengenakan sepatu sport yang kata temanku, "sepatune muhammad di enggo…"-_-. Well, jelas ini punyaku. Bersyukur karena aku bisa berlari dengan sepatu ini. Peduli amat dengan fashion. Fashion tidak bisa di andalkan untuk berlari mengejar waktu,dll.
Jalan raya sudah terlihat, dua kali menyeberang, lalu mencari-cari tramco (angkot) yang menuju ke arah tujuanku. Butuh dua kali naik tramco dari awwal abbas, rumahku, menuju tempat kursusku di Hayy Sabi'.
"akher syare' ??" tanyaku pada seorang supir yang sibuk berteriak2 mencari penumpang.
"ck..ck..ck.. Hayy Asyir.." kata ammu sopir itu menolak.
"aiwa, insyaAlloh anzil 'inda 'Enppi' "
"lekin bi gineh"
"la…" )*1
'Yaelah..gitu doang se pound..'
Aku mencari-cari tramco lain. Seseorang memanggilku,
"akher syare' ??"
"aiwa…". Jawabku.
"ta'al…")*2
Aku menjejakkan kaki masuk tramco,
"assalamu'alaik..." sapaku pada orang-orang di dalam tramco. Belum terlalu penuh.
"alaikumussalam.." mereka menjawab.
Kucari tempat di samping jendela. Tapi karena tempat di belakang masih kosong, maka aku di suruh mundur ke belakang… huh… -__-
Sambil menunggu penumpang, aku mengeluarkan ponsel dari dalam saku, untuk melihat jam. Masih bisa di kejar, Pikirku Dalam hati.
Jam tangan tercintaku mati tepat di hari pertamaku di mesir. Ironic, isn't it ??.
Well, aku sudah curiga sejak di pesawat. Tepat ketika pesawat berada di atas mumbai. India, I think..?.
Tramco sudah berjalan. Ku sodorkan koin setengah pound (setengah pound sama dengan 50 piastres. Atau biasa di sebut 'nush'(dari kata "nisfu" : setengah), nush gineh : setengah pound. "Pound" dalam bahasa arab : "junaih/juneh" tapi orang-orang mesir kesulitan untuk mengucapkan huruf "J" maka "j" berubah menjadi "G" , junaih/juneh รจ gineh ) kepada penumpang di depanku. Supaya ia menyalurkannya ke supir di depan.
[Inget,,, kemudi di kiri, bukan di kanan^^].
Satu persatu penumpang naik turun.
Aku turun di 'Enppi'. Mencari tramco lagi untuk sampai ke Sabi' (aku suka sekali mengucapkan kata "sabi' ". bukan seperti ketika kita mengatakan "umik" dan "ta'kan (takkan). Tapi bener2 jelas pengucapan huruf 'ain nya dan "sa" tidak di ucapkan seperti "sa" biasa, tapi agak condong ke "se" jadi terucap "saebie' ". "sabi" adalah "Hayy As-Saabi' " sama seperti "Hayy Al-Aasyir". Adalah nama suatu wilayah. Anggap saja, kecamatan. Biasanya di tulis H-7 (untuk hayy sabi') dan H-10 (untuk hayy asyir). Hayy Asyir adalah tempat dimana komunitas orang Indonesia banyak bermukim disana^^).
Di jam-jam seperti ini biasanya orang-orang mesir sedang sarapan. Pola makan orang Mesir agak berbeda dengan orang Indonesia. Pada pagi hari, mereka makan semacam sandwich. Namanya " 'ISY " yang di isi kentang goreng atau kibdah (hati yang di tumis dengan paprika), dan juga " ful " yaitu kacang yang di tumbuk dan di jadikan semacam saus kacang. Hampir sama seperti sambal kacang, tapi jangan membayangkan rasanya seperti sambal kacang. Karena "ful" tidak pedas, dan punya rasa yang beraneka ragam seperti sambal kacang.^^
Kemudian, di siang hari mereka makan makanan berat, seperti nasi, daging, dll.
Dan ketika malam, kembali mereka memakan " 'Isy ". ^^
Seperti apa " 'Isy " itu ???
Bentuknya mirip dengan pesawat UFO (sebelum di sobek). Namun, dalamnya kosong. Kita harus membelah di pinggirnya sedikit agar bisa di lipat ke dalam. Setelah berbentuk setengah lingkaran, maka kita bisa mengisinya dengan apa saja yang ingin kita makan.
Aku berdiri di tepi jalan, sambil menunggu tramco yang menuju Sabi' lewat. Satu tramco akan melewatiku. Ku angkat tanganku, melipat jari-jari sehingga membentuk angka 7 dalam bahasa arab. Isyarat bahwa tujuanku adalah Sabi' (yang artinya Tujuh). Apabila kita melipat jari kelingking, jari manis, dan ibu jari, bukankah akan terbentuk angka 7 dalam bahasa arab?. Di Mesir, ada isyarat-isyarat seperti itu ketika kita akan menaiki angkutan umum. Jika kita mencari jurusan Asyir, karena asyir adalah sepuluh, maka gerakannya kurang lebih seperti ini. Cobalah menguncupkan kelima jari, kemudian bukalah, lalu kuncupkan lagi, seperti itulah gerakannya. Artinya kurang lebih 5x2=10.^^ . jika kita ingin ke daerah Tsamin, karena Tsamin artinya delapan, maka sama seperti isyarat ke Sabi', namun di balik. Karena aku tinggal di daerah Awwal Abbas, maka isyaratnya adalah dengan satu jari telunjuk, artinya huruf "alif" untuk Awwal.^^
Ketika supir juga memberi isyarat yang sama denganku (Sabi'), maka tramco berhenti, dan aku pun naik.
"shobahul khoir.." Ammu sopir itu menyapa sambil tersenyum.
"shobahun nuur…" jawabku sambil merogoh sakuku, mengambil uang logam satu pound.
"khudz..! lau samahta." Kataku sembari menyerahkan uangku.
***
Beri saya alasan untuk melanjutkan cerita ini, atau tidak…^^
Farah Azure menunggu konfirmasi anda.^^
aku hanya ingin membagi cerita tentang Mesir dari sudut pandangku.
___________________________________________________________________________________________________
)*1 :
"akher syare' ??" ( ujung jalan [apakah tramco ini menuju ke arah tsb??] ).
"ck..ck..ck.. Hayy Asyir.." (-supir menolak- Hayy Asyir [tramco tidak berhenti di akher syare', tapi terus ke hayy Asyir] )
"aiwa, insyaAlloh anzil 'inda 'Enppi' " ( iya...nanti insyaAlloh saya turun di Enppi (nama bangunan) )
"lekin bi gineh" (tapi bayarannya se pound)
"ck...ck...ck...la…" )*1 (-menolak- tidak ...(tidak jadi..) )
)*2 :
"ta'al…" (kemari..)
__________________________________________________________________________________________________
menerima kritik dan saran juga,,,,^^_
sungai nil..
masjid al hakim bi amrillah..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar